Asal Usul Golok - Golok Menthok Sebagai Tradisi Maulid Nabi

Tradisi Golok-Golok Menthok mungkin hanya ada di Jawatengah khususnya kabupaten Kudus.
Tradisi dalam rangka menyambut maulid Nabi atau disebut dengan acara Muludan biasanya diisi dengan acara Golok-golok menthok.
Golok golok menthok lengkap dengan jajanan pasar

Golok-golok mentok merupakan tradisi para leluhur untuk menghormati kelahiran nabi Muhammad Saw, golok-golok mentok semacam wadah terbuat dari anyaman bambu yang diisi dengan makanan atau jajan pasar ( nasi ketan yang diberi srondeng dan jajanan dari pasar ).

Melihat filofosi dari kata " GOLOK MENTHOK "
Golok dalam bahasa Jawa diartikan sebagai gaman,
Sedangkan mentok dapat diartikan dada, jadi filosofi golok-golok mentok adalah harapan besar bagi umat islam agar mengimani atau memahami ajaran para Nabi, Supaya iman dan ketakwaan umat islam setajam golok dan selalu tertanam kuat di dalam hati setiap orang.

Pada zaman JAHILIYAH martabat perempuan masih sangat rendah oleh karena itu anak perempuan seringkali dibunuh dan dianggap sebagai aib oleh keluarga apabila seorang istri melahirkan anak perempuan. Maka pada zaman itu kaum perempuan seperti halnya barang yang tidak ada gunanya, karena pada zaman jahiliyah tidak ada ikatan pernikahan dan perempuan seringkali menjadi salah satu barang rampasan perang.

Akan tetapi setelah Nabi Muhammad Saw dilahirkan dan diutus menjadi Rasul kaum perempuan sudah tidak lagi sepertipada zaman jahiliyah dulu.

Dari cerita itulah orang Jawa membuat tradisi golok-golok menthok sebagai simbolis rasa syukur atas kelahiran nabi Muhammad yang telah membebaskan kaum permpuan dari belenggu jahiliyah.



Baca Artikel
Tradisi Ampyang Maulid Nabi Di Masjid Wali
Golok-golok mentok adalah tradisi yang dilakukan oleh kaum anak - anak prempuan ( usia 3 -12 tahun) dengan membawa Nanya / nyanya / keranjang kecil berwarna-warni yang terbuat dari anyaman bambu dan diisi dengan makanan ketan putih atau kuning yang ditaburi srondeng serta tambahan jajan pasar.
Pada saaat malam 12 Rabiul awal golok-golok mentok dibawa ke musolla, masjid atau langgar, ( Klumpu'an ) yang artinya berkumpul.

Flasback ke era 70 s/d 90 an Syair Ini sering di lantunkan anak - anak perempuan di era itu.

golok-golok menthok, selametane bocah wedok, cah lanang, ra entuk njanthok, nek njanthok udele ketok.
Golok-golok mentok dolanane wong wedok metitik metotok amin.

Entah siapa yang menciptakan lagu golok-golok menthok ini.


Tradisi Golok-Golok Menthok mungkin hanya ada di Jawatengah khususnya kabupaten Kudus.
Tradisi dalam rangka menyambut maulid Nabi atau disebut dengan acara Muludan biasanya diisi dengan acara Golok-golok menthok.
Golok golok menthok lengkap dengan jajanan pasar

Golok-golok mentok merupakan tradisi para leluhur untuk menghormati kelahiran nabi Muhammad Saw, golok-golok mentok semacam wadah terbuat dari anyaman bambu yang diisi dengan makanan atau jajan pasar ( nasi ketan yang diberi srondeng dan jajanan dari pasar ).

Melihat filofosi dari kata " GOLOK MENTHOK "
Golok dalam bahasa Jawa diartikan sebagai gaman,
Sedangkan mentok dapat diartikan dada, jadi filosofi golok-golok mentok adalah harapan besar bagi umat islam agar mengimani atau memahami ajaran para Nabi, Supaya iman dan ketakwaan umat islam setajam golok dan selalu tertanam kuat di dalam hati setiap orang.

Pada zaman JAHILIYAH martabat perempuan masih sangat rendah oleh karena itu anak perempuan seringkali dibunuh dan dianggap sebagai aib oleh keluarga apabila seorang istri melahirkan anak perempuan. Maka pada zaman itu kaum perempuan seperti halnya barang yang tidak ada gunanya, karena pada zaman jahiliyah tidak ada ikatan pernikahan dan perempuan seringkali menjadi salah satu barang rampasan perang.

Akan tetapi setelah Nabi Muhammad Saw dilahirkan dan diutus menjadi Rasul kaum perempuan sudah tidak lagi sepertipada zaman jahiliyah dulu.

Dari cerita itulah orang Jawa membuat tradisi golok-golok menthok sebagai simbolis rasa syukur atas kelahiran nabi Muhammad yang telah membebaskan kaum permpuan dari belenggu jahiliyah.



Baca Artikel
Tradisi Ampyang Maulid Nabi Di Masjid Wali
Golok-golok mentok adalah tradisi yang dilakukan oleh kaum anak - anak prempuan ( usia 3 -12 tahun) dengan membawa Nanya / nyanya / keranjang kecil berwarna-warni yang terbuat dari anyaman bambu dan diisi dengan makanan ketan putih atau kuning yang ditaburi srondeng serta tambahan jajan pasar.
Pada saaat malam 12 Rabiul awal golok-golok mentok dibawa ke musolla, masjid atau langgar, ( Klumpu'an ) yang artinya berkumpul.

Flasback ke era 70 s/d 90 an Syair Ini sering di lantunkan anak - anak perempuan di era itu.

golok-golok menthok, selametane bocah wedok, cah lanang, ra entuk njanthok, nek njanthok udele ketok.
Golok-golok mentok dolanane wong wedok metitik metotok amin.

Entah siapa yang menciptakan lagu golok-golok menthok ini.


Kota Kudus

Blog, Updated at: November 23, 2018

0 komentar:

Posting Komentar

Header

Peta